Key Success: Time Management
TIME MANAGEMENT
Oleh:
Divisi Management Consultant The Great Investor
PENDAHULUAN
Waktu adalah salah satu sumber daya paling berharga yang diberikan Allah, Pencipta Manusia & alam semesta, kepada kita semua. Barang siapa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, maka ia akan beruntung. Namun, barang siapa menyia-nyiakan waktu, maka ia akan merugi. Hal ini ditegaskan Allah, dengan bersumpah menggunakan kata waktu:
“Demi waktu (Ashar). Sesungguhnya, manusia sungguh-sungguh berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan orang-orang yang melakukan pekerjaan yang baik, dan orang-orang yang saling menasihati dengan benar, dan kecuali orang-orang yang saling menasihati dengan sabar”. (QS: Al-Ashr; 1-3).
Dari ayat di atas, Allah (Tuhan & Pencipta Manusia) bersumpah dengan menyebut waktu ashar, bahwa manusia benar-benar pasti akan rugi, kecuali orang-orang yang di dalam waktu yang diberikan itu melakukan 4 hal: beriman (kepada Allah, kepada malaikat Allah, kepada kitab-kitab Allah, kepada Rasul-Rasul Allah, kepada hari kiamat, dan kepada takdir); mengerjakan pekerjaan yang baik (menurut Allah); saling menasihati dengan benar, dan orang-orang yang saling menasihati dengan sabar. Orang-orang yang melakukan ke-4 kriteria tersebut, pasti benar-benar ada dalam keberuntungan. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah:
“ Alif-Lam-Mim. Inilah kitab Al-Qur’an, tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang beriman kepada Yang Ghaib (Allah, Malaikat-Malaikat Allah), dan orang-orang yang melaksanakan shalat, dan orang-orang yang menafkahkah sebagian rizki yang Allah berikan kepada mereka, dan orang-orang yang beriman kepada kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad (Al-Qur’an), dan orang-orang yang beriman kepada seluruh kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi sebelum Muhammad (termasuk diantaranya Jabur yang diturunkan kepada Nabi Daud A, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa; dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa), dan orang-orang yang yakin akan adanya hari akhirat. Orang-orang bertakwa itulah orang-orang yang berada di atas petunjuk dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung” (QS: Al-baqarah;1-5).
Keberuntungan yang dimaksud adalah apabila seorang manusia meninggal dunia, dia dimasukkan ke surga. Adapun yang dimaksud dengan kerugian adalah bilamana manusia meninggal dunia, dia dimasukkan ke dalam api neraka.
“Setiap makhluk bernyawa (termasuk manusia) akan merasakan kematian. Dan sungguh akan disempurnakan balasan amal kalian pada hari kiamat. Maka, barang siapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Dan dunia, tidak lain kecuali hanyalah kesenangan yang menipu”. (QS: Ali Imran; 185)
Keberuntungan yang diraih oleh orang-orang bertakwa adalah karena mereka itulah orang-orang yang dijauhkan dari api neraka, dan dimasukkan ke dalam surga.
“Berikanlah kabar gembira, Wahai Muhammad, bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan pekerjaan baik, bahwa bagi merekalah surga-surga” (QS: Al-baqarah; 25).
TIME MANAGEMENT DALAM KEHIDUPAN PRIBADI
Memperhatikan bahasan dari pendahuluan di atas, maka dapat diambil beberapa pelajaran mengenai Time Management, yaitu:
- Time management tidak berarti mengendalikan waktu sesuai kehendak kita. Tidak pula berarti mengatur perputaran matahari atau bulan ataupun mengatur pergantian jam/hari.
- Time Management dimaksudkan sebagai suatu upaya memanfaatkan waktu yang diberikan itu, dengan hal-hal yang positif.
- Bagi orang yang mampu memanfaatkan waktu dengan baik, maka ia akan beruntung.
- Allah sebagai Tuhan & Pencipta manusia, Yang memberikan waktu, bersumpah bahwa manusia pasti berada dalam kerugian kecuali bagi orang yang: beriman (sebagaimana rukun iman yang 6); melakukan amal shaleh (berbuat kebaikan); saling menasihati dengan benar, dan saling menasihati dengan sabar.
- Banyaknya aktivitas yang harus dilakukan dalam satu waktu, menjadikan manusia sangat sibuk dan harus memilih aktivitas mana yang akan dikerjakan.
- Time Management adalah menggunakan waktu untuk digunakan pada aktivitas yang penting u/ pencapaian tujuan, baik mendesak (Quadrant 1: shalat saat waktu telah akan habis) ataupun tidak mendesak (Quadrant 2: shalat saat waktu masih senggang), dan bukannya menyegerakan kegiatan yang tidak penting, walaupun mendesak (Quadrant 3: jawab telepon dari sales yang menawarkan kartu kredit padahal kita tidak membutuhkannya), apalagi tidak mendesak (Quadrant 4: nonton film).
Berdasarkan QS Al-Ashr ayat 1-3 dan Al-Baqarah ayat 1-5 di atas, kegiatan yang paling penting adalah yang berhubungan dengan Iman & Amal Shaleh. Contohnya adalah shalat. Karena pentingnya shalat, maka tidak lagi ada alasan yang mengatakan tidak sempat u/ melaksanakan shalat.
Ukuran penting atau tidaknya suatu kegiatan memang akan sangat ditentukan oleh: tujuan, dan nilai-nilai kehidupan yang dianut.
TIME MANAGEMENT DALAM KEGIATAN BISNIS:
- Waktu yang dimiliki seorang entrepreneur atau pemimpin bisnis harus digunakan untuk kegiatan-kegiatan bisnis (setelah kegiatan personal dilakukan), yang memang penting untuk dilakukan.
- Ukuran penting atau tidaknya suatu kegiatan dalam bisnis diukur dari seberapa besar kegiatan tersebut menciptakan profitability bagi perusahaan.
- Menurut Hukum Pareto: The Rule of 80/20, “80% profit yang dihasilkan perusahaan, dihasilkan o/ 20% aktivitas yang dijalankan”. Dengan demikian, seorang entrepreneur harus memfokuskan kepada 20% aktivitas utama, yang menghasilkan 80% profit.
- Hukum Delegasi: Delegasikanlah 80% aktivitas yang kurang penting kepada pihak lain, dan gunakanlah 20% waktu yang dimiliki u/ memastikan pendelegasian itu berjalan sesuai yang diharapkan.
Leave Comment
You must be logged in to post a comment.
Mamat Rohimat